Jelang Penen, Harga Beras Turun

SEMENDAWAI SUKU III – Jelang musim panen petani khawatir harga jual beras turun, hal ini lah yang banyak di keluhkan sebagian masyarakat wilayah Belitang terutama di wilayah Kecamatan Semendawai Suku III di Desa Sukamulya. Mengingat yang sering terjadi harga jual beras jual beras ketika jelang musim panen harga terus mengalmi penurunan, untuk saat ini saja di tingkat petani hanya Rp7800 perkilonya. Padahal sebelumnya mencapai Rp8500.

Gofar (47), salah satu petani mengatakan, memang benar ketika jelang musim panen tiba, harga beras mengalami penurunan. “Kita kurang memahami kenapa harga beras jelang panen raya malah mengalami penurunan,” terangnya.

Mungkin menurut Gofar, menurunnya harga beras jelang panen disebabkan banyaknya barang sehingga membuat penawaran menurun. Dengan murahnya harga beras tentunya membuat petani memilih menjual gabah dari pada diproses jadi beras.

“Kebanyakan petani memilih menjual padi yang masih basah ketimbang menjual beras. Mengingat dihitung-hitung masih untung jual gabah ketimbang beras, karen harga gabah saat ini mencapai Rp4000 perkilogramnya,” imbuhnya.

Terlebih proses padi menjadi beras, membutuhkan waktu yang cukup lumayan lama, padi dijemur hingga kering dan menggiling baru menjadi beras, namun karena harga beras  murah petani memilih proses yang instan. Dengan cara jual langsung gabah dari sawah.

“Kita tidak perlu repot lagi menjemur dan menggiling. Kita tinggal antar gabah dari sawah ke tengkulak, pulang sudah bisa membawa uang,” jelasnya. 

Sementara Sumar (36), pemilik penggilingan padi membenarkan bahwa harga beras di wilayah Belitang saat menjelang panen mengalami penurunan. “Saya juga kurang paham mengapa harga beras jelang panen mengalami penurunan,” ujarnya.

Dengan terus menurunnya harga beras banyak petai memilih menjual padi dari pada menggiling. “Namun dengan harga beras saat ini terus mengalami penurunan membuat para petani padi merasa sangat kecewa karena di setiap panen raya harga beras terus turun,” imbuhnya.

Dirinya sangat berharap pemerintah memperhatikan petani padi, mengapa di saat musim panen harga jual beras malah turun. “Kita sebagai petani sangat berharap ada upaya pemerintah untuk membantu agar harga jual beras di tingkat petani dapat di naikan. Agar kita juga dapat sejahtera,” tandasnya. 

Bupati OKU Timur HM Kholid MD mengatakan, saat ini memang banyak petani yang memilih menjual gabah langsung, karena harga yang tinggi dan petani engan repot menjemur.

“Padahal hal tersebut sangat merugikan petani itu sendiri. Karena disaat musim paceklik petani bingung karena tak memiliki simpanan gabah atau beras, karena sudah dijual,” ujar Kholid.

Kemudian Kholid meminta kepada masyarakat agar jangan menjual semua hasil panen padi. Melainkan harus ada yang di simpan untuk persiapan paceklik. “Setiap desa harus memiliki gudang penyimpanan gabah (lumbung), jadi hasil panen dapat di simpan dan di jual ketika harga mahal,” tandasnya.(dira)

BERITA TERKAIT

Enos Bagikan 1000 Paket Sembako

MARTAPURA,OKUTIMURPOS.COM - Pemkab OKU Timur melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten...

Kades Terpilih Tak Boleh Rangkap Jabatan

MARTAPURA,OKUTIMURPOS.COM - Kepala Desa (Kades) yang terpilih dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)...

Tanggul Jebol, Alat Berat Dikerahkan

BUAY MADANG,OKUTIMURPOS.COM – Jebolnya tanggul irigasi di Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Buay...

HUKUM & KRIMINAL

Loket Bus AKAP Tutup

BATURAJA TIMUR – Larangan dan pembatasan mudik pada 6-17 Mei berdampak pada perusahaan otobus (PO) di Kabupaten OKU. Sejak 6 Mei lalu,...

Jalur Pasar Atas Ditutup

OKUTIMURPOS.COM,BATURAJA TIMUR -  Akses ke Pasar Atas resmi dibatasi oleh petugas. Penutupan ini ditandai dengan pemasangan portal pada 8 Mei lalu. Kendati...

PWI Pusat Larang Wartawan dan Para Pengurus PWI di Semua Tingkatan Meminta THR

OKUTIMURPOS.COM, JAKARTA - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengingatkan para wartawan, khususnya anggota dan pengurus PWI, untuk tidak meminta atau mengedarkan surat permintaan...

BERITA TERKINI

Loket Bus AKAP Tutup

BATURAJA TIMUR – Larangan dan pembatasan mudik pada 6-17 Mei berdampak pada perusahaan otobus (PO) di Kabupaten OKU. Sejak 6 Mei lalu,...

Jalur Pasar Atas Ditutup

OKUTIMURPOS.COM,BATURAJA TIMUR -  Akses ke Pasar Atas resmi dibatasi oleh petugas. Penutupan ini ditandai dengan pemasangan portal pada 8 Mei lalu. Kendati...

PWI Pusat Larang Wartawan dan Para Pengurus PWI di Semua Tingkatan Meminta THR

OKUTIMURPOS.COM, JAKARTA - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengingatkan para wartawan, khususnya anggota dan pengurus PWI, untuk tidak meminta atau mengedarkan surat permintaan...

Kabag Prokopim Buat Surat Peryataan Mengundurkan Diri

OKUTIMURPOS.COM,Baturaja - Ratusan wartawan khususnya yang tergabung dalam Forum Jurnalis (FKJ) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mendatangi Kantor Pemkab OKU, Kamis (6/5/2021)...

Mau Sukses, Kepsek Harus Branding

OKUTIMURPOS.COM,PALEMBANG - Personal branding dibutuhkan bagi seluruh pejabat agar bisa sukses di bidangnya. Penegasan ini diungkapkan Gubernur Sumsel H Herman Deru saat...

Diduga Serangan Jantung, Tahanan Polres Meninggal

MUARADUA,OKUTIMURPOS.COM – Diduga serangan jantung, seorang tahanan titipan Kepolisian Sektor (Polsek) Banding Agung di sel Kepolisian Resor (Polres) OKU Selatan, Senin (03/5/2021)...

Oknum Mahasiswa Edarkan Sabu

BATURAJA BARAT,OKUTIMURPOS.COM – Setelah sebelumnya satu oknum kades, kini giliran satu oknum mahasiswa yang berurusan dengan Satresnarkoba Polres OKU. Oknum mahasiswa berinisial...

Tega, Buruh Cabuli Balita

BATURAJA TIMUR,OKUTIMURPOS.COM - Unit PPA Sat Reskrim Polres OKU mengamankan seorang buruh harian lepas berinisial Al. Pria 53 tahun yang merupakan warga...

AS Diminta Akhiri Blokade Ekonomi kepada Kuba

JAKARTA,OKUTIMURPOS.COM — Pemerintah Amerika Serikat diminta mengakhiri blokade ekonomi, perdagangan, dan keuangan yang diterapkan kepada Kuba.Pemerintahan Amerika Serikat...

Ustadz Abdul Somad Resmi Menikah

OKUTIMURPOS.COM - Ustadz Abdul Somad (UAS), Rabu, 28 April 2021, sekitar pukul 16.30 Wib, resmi menikah dengan gadis asal Jombang, Fatimah Azzahra...

OPD di Banyuasin Siap Dukung Hut PWI ke 75 serta Hari Pers Nasional Tingkat Provinsi

BANYUASIN,OKUTIMURPOS.COM - Pemkab Banyuasin menggelar rapat pemantapa dalam rangka memperingati hari ulang Tahun PWI ke 75 serta Hari Pers. Nasional tingkat provinsi...

KETIKA FOTO BICARA

Loket Bus AKAP Tutup

BATURAJA TIMUR – Larangan dan pembatasan mudik pada 6-17 Mei berdampak pada perusahaan otobus (PO) di Kabupaten OKU. Sejak 6 Mei lalu,...

Jalur Pasar Atas Ditutup

OKUTIMURPOS.COM,BATURAJA TIMUR -  Akses ke Pasar Atas resmi dibatasi oleh petugas. Penutupan ini ditandai dengan pemasangan portal pada 8 Mei lalu. Kendati...